Dasar Hukum Aplikasi Data Penindakan

Terlampir S-242-BC-2013 tanggal 21 Maret 2013
dan S-280-BC5-2013 tanggal 2 April 2013

Silahkan klik masing masing gambar untuk memperbesar

 

 

 

Pelaporan IKU

Pengumuman :
Sehubungan dengan perhitungan format baru untuk IKU Laporan Penindakan
maka dengan ini diinformasikan bahwa :
1.Menu send report yang dahulu dihilangkan sehingga untuk periode selanjutnya maka dipergunakan perhitungan nilai IKU baru berdasarkan pada input masing masing data SBP dengan formula sbb :

Indeks ketepatan waktu pengisian pengisian aplikasi penindakan menggunakan skala 4 yang diukur berdasarkan periode waktu
pengisian pelaporan data penindakan (SBP) dan tindak lanjut MPP melalui aplikasi http://penindakan.net tersebut dengan penghitungan sbb:
               
1=Jika Pengisian pelaporan diinput lebih dari 10 hari setelah tanggal SBP.       
2=Jika Pengisian pelaporan diinput lebih dari 8-10 hari setelah tanggal SBP.       
3=Jika Pengisian pelaporan diinput lebih dari 7 hari setelah tanggal SBP.       
4=Jika Pengisian pelaporan diinput kurang dari 7 hari setelah tanggal SBP.


Sehingga akhir periode/bulan nanti di rata rata dari jumlah SBP masing masing kantor dengan jumlah nilai tersebut diatas.
Sehingga kami sangat mengharapkan SBP yang lengkap di input sesegera mungkin (sebelum hari ke 7).

Menu IKU ini dapat diakses melalui
1. Menu Laporan :
http://app.penindakan.net/index.php?appid=statistik&sub=rekap_iku
2. Menu Statistik
http://app.penindakan.net/index.php?appid=statistik&sub=iku

Demikian disampaikan jika ada pertanyaan lanjutan silahkan email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pengumuman !!!

Yth. Rekan2 P2 seluruh indonesia PIC data penindakan pada aplikasi penindakan.net

Bersama ini dengan hormat dimintakan kepada rekan-rekan agar dalam pengisian data penindakan yang terkait dengan numerik (angka-angka) misalnya pada jumlah koli barang penindakan atau kerugian negara agar tidak menggunakan tanda baca sama sekali (tidak perlu menggunakan titik atau koma) karena akan merusak data penindakan seluruh Indonesia.

Contoh apabila melakukan penindakan terhadap 8.830 bags bawang agar ditulis "8830" saja bukan "8,830" atau "8.830" karena apabila ditulis dengan tanda baca, jumlah penindakan yang terdeteksi adalah "8 BAGS" dan bukan "8.830 BAGS"

Mohon perhatian dengan sangat karena kesalahan sedemikian dapat merusak seluruh data penindakan.

Demikian disampaikan, mohon menjadi perhatian serius bagi rekan2 semua.

Salam,

ADMIN

Penegahan MMEA dan Ganja Oleh Petugas KPPBC TMP A Bandung

Penegahan MMEA dan Ganja Oleh Petugas KPPBC TMP A Bandung
Dalam kurun waktu yang berdekatan, Petugas KPPBC TMP A Bandung berhasil menegah 11.846 Botol MMEA Ilegal, 8.839 Keping Pita Cukai Ilegal, dan 6,48 gram ganja , Uang Tunai RM 53.127,00, dan SGD 50,00.

Penindakan MMEA dan Pita Cukai Ilegal  

   

                                             
Sabtu, 21 Juli 2012, petugas KPPBC TMP A Bandung berhasil membongkar penimbunan 11.846 botol MMEA tanpa dilekati pita cukai, 8.839 keping pita cukai yang sudah dipakai, dan 1 (satu) unit mobil yang dipakai untuk mendistribusikan barang. MMEA tersebut merupakan produksi dalam negeri yang terdiri dari berbagai merk senilai Rp 695.225.000,00.

MMEA yang ditegah disimpan oleh pelaku, inisial BG,  di bagian ruang bawah tanah yang tersembunyi rumah pribadinya, sehingga sulit terlacak oleh petugas. Ruangan tersebut berukuran 6x6 meter dan didesain khusus, serta dilengkapi dengan Lift Barang.

Kasus ini sedang dilakukan proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Sedangkan pelaku, saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandung.
 

Selengkapnya: Penegahan MMEA dan Ganja Oleh Petugas KPPBC TMP A Bandung

Penindakan Ekspor 115 Ton Zircon Sand oleh Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono pada hari Selasa, 03 Juli 2012 menyelenggarakan Konferensi pers terkait keberhasilan penindakan terhadap kegiatan ekspor ilegal produk pertambangan jenis Zircon Zand ( pasir Zircon) sebanyak 115 ton oleh Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY.

Produk yang dimuat dalam 5 (lima) kontainer 20 Feet itu diekspor oleh CV.CKI dan CV. KS dan direncanakan akan diekspor ke China.

Jenis barang diberitahukan sebagai Zinc Dust ( serbuk seng), dan dari hasil pemeriksaan kepadapatan sebagai Zircon Sand ( pasir Zircon). Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 07 tahun 2012 sebagaimana telah dirubah dengan  Peraturan Menteri ESDM nomor 11 tahun 2012, Peraturan Menteri Perdagangan nomor 29/M-DAG/PER/V/2012 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 75/PMK.011/2012, produk tersebut termasuk jenis barang yang diatur ekspornya dan dikenakan bea keluar sebesar 20%. Nilai barang yang berhasil ditegah tersebut sebesar Rp. 1.682.390.775 dengan kerugian negara dari pelanggaran dibidang kepabeanan ini sebesar Rp.336.478.115.

Selengkapnya: Penindakan Ekspor 115 Ton Zircon Sand oleh Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY